Air tejun ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sudah saya idam-idamkan sejak lama. Berbulan-bulan sudah saya merencanakan perjalan kali ini. Dan pada akhirnya baru bisa direalisasikan pada bulan Juni lalu.
Seperti perjalanan saya sebelum-sebelumnya, saya ditemani Ibu saya ke Air Terjun Madakaripura ini. Kami menyewa seorang guide untuk membimbing perjalanan kami. Setelahnya kami langsung memulai perjalanan menuju air terjun.
Di awal perjalanan, terlihat keindahan Air Terjun Madakaripura yang dikelilingi pepohonan hijau. Jalan yang harus ditempuh untuk ke air terjun tidak terlalu terjal. Tetapi kita tetap harus berhati-hati karena terdapat banyak lumut di pinggiran jalannya. Apalagi pada saat itu hujan baru saja selesai turun.
Gemericik air mulai terdengar pertanda kami sudah dekat dengan tujuan kami. Sebelum benar-benar mencapai air terjun, kita diharuskan untuk menyebrangi sungai yang alirannya cukup deras. Supaya tidak terjatuh guide kami menyuruh kami untuk berpegangan pada batu-batu yang ada di sekitar sungai.
Setelah kami melewati derasnya aliran sungai, kami langsung disambut dengan tetesan dari Air Terjun Madakaripura. Kami benar-benar dibuat tercengang oleh keindahan air terjun ini. Tak heran begitu banyak orang yang menganggap Air Terjun Madakaripura sebagai surga yang bocor ke bumi. Sayangnya, air sungai dibawah air terjun itu berwarna cokelat akibat dari hujan yang baru reda.
Di tempat tersebut terdapat dua aliran air terjun. Untuk menuju ke aliran yang lain kami harus sedikit menaiki tebing yang cukup curam. Karena guide kami hanya bisa membantu mama saya jadilah saya menaiki tebing itu tanpa bantuan siapapun. Saya menjadikan pinggiran tebing sebagai pegangan saya agar tak terjatuh.
Saya sangat merasa puas pada perjalanan kali ini. Air Terjun Madakaripura benar-benar bisa membuat saya terkagum-kagum.
Komentar
Posting Komentar