Langsung ke konten utama

Reuni Langka Sang Legenda


     Ribuan penonton memadati Gambir Expo Minggu malam kemarin, khususnya di area Dynamic Stage Synchronize Fest 2018. Mereka menunggu-nunggu band legendaris yang akan segera tampil kembali setelah sekian lama tidak tampil di hadapan publik. Tak tanggung-tanggung, Dyandra dan Demajors selaku penyelenggara mengundang kedua vokalis yang pernah tergabung dalam Dewa 19 sekaligus.
      Opening intro dari Dewa 19 mulai dimainkan. Kemudian, Agung (drum) menjadi orang pertama yang naik keatas panggung, disusul oleh Yuke (bass), Andra (gitar), Ahmad Dhani (keyboard), dan Ari Lasso (vokal). Mereka langsung disambut meriah oleh para penonton. Mereka membawakan beberapa lagu hits pada era Ari Lasso saat itu. ‘Kangen’ berhasil menutup penampilan era Ari Lasso dengan baik.
      Setelah itu, giliran Once yang naik keatas panggung. Sambutan penonton tak kalah meriah dari sebelumnya. Apalagi barisan para wanita. Setiap kali Once melempar ciuman jarak jauh, ada saja wanita yang berteriak histeris.
       Dewa 19 juga sempat memberikan persembahan lagu untuk saudara kita yang terkena musibah di Palu. Mereka membawakan lagu ‘Air Mata’ yang dinyanyikan oleh Once dan Ahmad Dhani. Diiringi dengan gitar dari Andra. Penampilan era Once ditutup dengan ‘Pupus’, yang menurut Once sendiri sangat relate dengan kisah percintaan orang-orang.

     Ari Lasso kembali naik keatas panggung untuk menemani Once menyanyikan ‘Kamulah Satu-satunya’ yang memang merupakan lagu dari era Ari Lasso. Setelah itu, mereka membawakan lagu ‘Separuh Nafas’ yang datang dari era Once. Saat lagu masuk ke bagian reff, muncul lah kembang api di atas panggung. Para penonton sontak bersorak bahagia. Penampilan Dewa 19 ditutup dengan sesi foto bersama.
      Malam itu, rasa nostalgia begitu terasa. Semua personil Dewa 19 terlihat benar-benar menikmati kebersamaan mereka. Beruntunglah mereka yang bisa menonton reuni ini secara langsung.  Mari berharap, semoga akan ada band-band lain yang sekelas Dewa 19 nantinya di belantika musik Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Synchronize Fest 2017: 3 Hari Penuh Musisi Lokal Berkualitas

       Oktober lalu saya menyempatkan diri untuk datang ke Synchronize Fest  2017. Synchronize Fest  adalah festival tahunan yang diselenggarakan di Gambir Expo Kemayoran. Acara ini berlangsung selama 3 hari. Sesuai dengan slogannya " It's not just a festival, it's a movement", festival ini bertujuan untuk memajukan karya-karya musisi lokal. Berbagai macam genre musik dari lintas generasi ada disini. Tak hanya musik, karya seni lain juga ada disini. Salah satunya mural yang digambar oleh sekumpulan remaja di sekitar area festival. Hari ke-1    Pada hari pertama, saya baru datang pukul 9 malam. Lalu saya pun langsung bergegas ke Dynamic Stage  dimana Tulus akan tampil. Untunglah suasana pada hari pertama tidak begitu ramai. Mungkin karena hari pertama jatuh pada hari Jumat sehingga banyak orang yang bekerja dan tidak sempat untuk datang.    Reff lagu 'Gajah' mulai dinyanyikan. Tulus pun keluar dari sisi panggung. ...

Tetesan Air Surga di Air Terjun Madakaripura

      Air tejun ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sudah saya idam-idamkan sejak lama. Berbulan-bulan sudah saya merencanakan perjalan kali ini. Dan pada akhirnya baru bisa direalisasikan pada bulan Juni lalu.    Seperti perjalanan saya sebelum-sebelumnya, saya ditemani Ibu saya ke Air Terjun Madakaripura ini. Kami menyewa seorang guide untuk membimbing perjalanan kami. Setelahnya kami langsung memulai perjalanan menuju air terjun.    Di awal perjalanan, terlihat keindahan Air Terjun Madakaripura yang dikelilingi pepohonan hijau. Jalan yang harus ditempuh untuk ke air terjun tidak terlalu terjal. Tetapi kita tetap harus berhati-hati karena terdapat banyak lumut di pinggiran jalannya. Apalagi pada saat itu hujan baru saja selesai turun.      Gemericik air mulai terdengar pertanda kami sudah dekat dengan tujuan kami. Sebelum benar-benar mencapai air terjun, kita diharuskan untuk menyebrangi sungai yang alirannya cukup ...

Aroma Kopi dan Hujan Sore

    Hujan mengguyur Kota Jogja sore itu. Rencana saya untuk melihat sunset di Taman Buah Mangunan pun terpaksa dibatalkan. Setelah itu, saya langsung merubah haluan ke Klinik Kopi di daerah Jalan Kaliurang.      Aroma khas kopi langsung tercium dari depan pintu masuk Klinik Kopi, membuat saya ingin segera mencicipi kopi buatan  Mas Pepeng. Namun, sebelumnya saya harus mengambil nomor antre.      Setelah menunggu selama 30 menit, giliran saya tiba. "Suka kopi yang gimana mbak?" tanya Mas Pepeng "Yang agak manis mas" balas saya. Ia pun menjelaskan kopi-kopi dari berbagai daerah di Indonesia yang tersedia di toples. Kopi yang tersedia disini hanya kopi jenis arabika. Pada akhirnya, saya memilih Sari Manih dari Sumatera Barat. Mas Pepeng melakukan brewing dengan metode V60. Disini sebenarnya kita juga bisa memilih metode karlita. Mas Pepeng dibantu oleh Mas Sigit untuk melayani saya dan mama saya. Rasa yang dihasilkan dari sari mani...